PRABUMULIH - Antusias warga Desa Tanjung Menang dalam hal menabung sampah tak perlu diragukan lagi. Hal itu bisa dibuktikan dengan selalu over kapasitas dalam setiap kali penimbangan.  Bahkan setiap penimbangan tidak bisa dilakukan dalam satu hari serta tidak bisa diangkut tidak cukup 1 mobil box.

"Setiap melakukan penimbangan tak cukup satu bok mobil sampah. Harus selalu mengulang. Dan itu tak cukup satu hari harus dua kali angkut." Kata Operator angkut sampah Alamsyah, dikutip dari Prabumulih Pos (26/10).

Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh manager Pemasaran Bank Sampah Prabumulih (BSP), Desti Fajarini, mengatakan bahwa antusias nasabah BSU Tanjung Menang memang cukup tinggi dan perlu mendapat apresiasi. Apalagi peran para kader bank sampah memiliki peranan yang sangat penting.




"Kalau satu hari waktunya tidak cukup, banyak nasabah yang menyetor sampah. Dan disini kita terbantu oleh kader bank sampah dan nasabah sendiri." terangnya, dikutip dari Prabumulih.

Berdasarkan data yang di BSP jumlah nasabah BSU Tanjung Menang mencapai 100 lebih, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut menabung sampah, harapannya hasil dari tabungan itu bisa membeli perlengkapan sekolah. (FA)