PRABUMULIH, DS – Sebagian masyarakat Prabumulih telah mengenal Bank Sampah Prabumulih (BSP) sebagai salah satu lembaga swadaya non profit yang didukung oleh pemerintah kota dalam aksi peduli lingkungan hidup. Namun, tak sedikit yang belum mengenal bank sampah yang telah berdiri sejak akhir 2013.

Ditemui Duta Sumsel di kantor pusat BSP jalan Arjuna I kelurahan Wonosari, Direktur Utama BSP, Dady Prayogi melalui Humas BSP, Siti Zulaeha, memaparkan bahwa sejarah berdirinya BSP berawal dari keprihatinan.

“Bermula dari keprihatinan kami melihat sampah di bahu jalan, di berbagai tempat lain juga, yang terus menumpuk dan terkadang tidak segera diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), mulai dari sampah organik seperti sayuran, dedaunan, daging busuk, dan juga sampah kantong plastik, kertas, kaleng, dari jenis organik yang bercampur baur dalam satu tempat. Membuat kami perlu berbuat sesuatu untuk mengatasi pola kebiasaan buruk ini menjadi lebih baik dan tertata" ujar Zulaeha.

Dengan demikian lanjutnya, tercetuslah Bank Sampah Prabumulih yang dimotori oleh Dady Prayogi dan kelima rekannya Desember 2013 silam.

Menurutnya, BSP dulunya bernama Prabu Ijo Community yang berfokus pada produksi pupuk kompos melalui pengolahan panjang sampah organik. Namun, hasil pupuk kompos tidak begitu memuaskan membuat mereka memutar otak dengan memanfaatkan juga sampah anorganik.

Dengan relawan awal 10 orang ibu rumah tangga, BSP meminta relawan untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dalam beberapa waktu kedalam tempat sampah organik dan anorganik yang telah disediakan.

Kegiatan pengumpulan sampah lanjut Zulaeha sengaja tidak sampai pada pemisahan jenis sampah, sampah yang terkumpul akan dibawa ke kantor BSP pusat untuk segera ditimbang berat sampah tersebut untuk diberi harga sesuai ketetapan yang telah disepakati bersama, baik dengan relawan maupun pengepul sampah agar tidak terjadi ketimpangan. Hasil uang tersebut tidak serta merta segera diberi kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan ini.


“Kita membuat konsep “Go Green” atau penghijauan lingkungan dengan memungut sampah sekitar, dimanapun itu lalu dengan visi mensejahterakan ekonomi masyarakat dengan menabung, sampah yang terkumpul akan dikenakan harga yang ditentukan BSP sesuai dengan berat dan jenis sampah dimana uang tersebut dijadikan saldo pemasukan dana di buku tabungan BSP. Tiap 1 tahun sekali, saldo tersebut dapat dilakukan penarikan saat menjelang hari raya idul fitri, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam kondisi mendesak.” Jelas Zulaeha.

Mengetahui rekam jejak yang baik, terorganisir, serta mampu menyentuh kalangan masyarakat menengah kebawah, walikota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, MM, pun ikut mendaftarkan diri menjadi nasabah ke-94 bank sampah ini pada 2015.

Tahun berikutnya, walikota mengajak dan memerintahkan semua pegawai negeri sipil kota Prabumulih wajib menjadi nasabah BSP. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Badan Lingkungan Hidup pemerintah kota Prabumulih pun memberi bantuan mulai dari pembangunan kantor BSP pusat dan motor sampah untuk mempermudah penjemputan sampah dari rumah warga, dengan ketentuan telah memperoleh legalitas hukum dan data-data yang dilengkapi.

“2017 menjadi awal terbentuknya 35 unit atau kantor cabang BSP yang tersebar di beberapa titik area kelurahan kota Prabumulih, dari daerah Pangkul sampai Sungai Medang dan RKT. Namun, saat ini di kantor unit hanya menerima sampah anorganik untuk diolah di kantor pusat" imbuhnya

Salah satu unit BSP di Dusun Prabumulih (Duspra) lanjutnya, telah mendapat bantuan melalui program CSR (corporate social responsibility) dari PT PDSI (Pertamina Drilling Services Indonesia), berupa alat dan barang penunjang kinerja serta pembinaan pengembangan diri bagi komunitas BSP unit Duspra sehingga mengantarkan BSP unit ini meraih penghargaan terbaik ke-3 Indonesia Green Award 2017 kategori pengelolaan sampah terpadu.

"BSP sebagai inisiator bank sampah kota Prabumulih juga berhasil menelurkan unit bank sampah di beberapa tempat berharap dan menargetkan terbentuk gerakan wajib 1 rumah 1 buku tabungan BSP demi tercipta kota Prabumulih, kota bebas sampah" pungkasnya. (ds/zah) 

sumber: http://www.dutasumsel.com/2017/05/bsp-prabumulih-bank-akhirat-bantu.html