SUMSEL, Bisnis Syariah – Hidroponik merupakan sistem menanam dengan menggunakan air sebagai media. Sekarang penanaman dengan metode hidroponik tengah digalakkan di sejumlah wilayah Kota Prabumulih.

Manajer Bisnis dan Managemen Bank Sampah Kota Prabumulih Desti mengatakan, ini mengingat semakin lama manusia semakin bertambah, lahan yang ada semakin menyempit. Hidroponik merupakan pilihan tepat bagi para pecinta tanaman yang terkendala lahan.

Bank Sampah Kota Prabumulih, lanjut Desti, merupakan salah satu wadah yang memperkenalkan metode hidroponik dengan menggelar pelatihan-pelatihan rutin yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu.

Desti menuturkan,  metode hidroponik selain dapat dilakukan di lahan yang minim, juga biaya yang dikeluarkan lebih murah ketimbang memanfaatkan media tanah.

“Ini tidak memberatkan kantong kita, kalau mahal itu lebih baik tanam di tanah saja,” tuturnya saat menyampaikan materi dalam pelatihan metode hidroponik.

Selain itu, lanjutnya, metode hidroponik juga merupakan sistem tanam yang tak kenal musim, sehingga kapanpun dapat dilakukan penanaman.

“Kalau menanam dengan media tanah, itu kan tergantung dengan musim. Dengan hidroponik, kapanpun kita ingin menanam itu bisa dilakukan,” ujarnya, Senin (2/11).

Untuk alat-alat yang akan digunakan, terang Desti, itu bisa memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol dan bahan-bahan lainnya.

“Karena kita di sini adalah Bank Sampah, jadi kita menggunakan bahan-bahan bekas. Kalau bisa bahan yang kita gunakan itu seminimal mungkin, sehingga tidak banyak biaya yang dikeluarkan. Tapi untuk menanam juga kita bisa menggunakan paralon seperti yang ada di sini,” terangnya.

Mengenai bahan-bahan yang akan digunakan, jelas Desti, berupa media tanam seperti rock wool, hydroton, cocopeat, perlite permiculite dan sekam bakar, nutrisi dan air.

“Untuk media tanam silahkan pilih mau pakai rock wool, hydroton, cocopeat, perlite permiculite atau sekam bakar. Bahan lainnya yang harus disediakan adalah air dan nutrisi,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk memudahkan warga untuk mengetahui metode hidroponik ini, pihaknya juga melayani sharing melalui jejaring sosial Facebook.

“Kita bentuk komunitas, sehingga kita bisa saling bertanya di jejaring sosial Facebook kalau ada sesuatu hal yang perlu ditanya atau dari teman-teman yang memiliki metode baru bisa disharing dengan kita,” ungkapnya. [ida]

sumber: http://www.bisnissyariah.co.id/2015/11/bank-sampah-prabumulih-galakkan-metode-hidroponik-1992