Wonosari – Rabu pagi, 27 Februari 2019, Bank Sampah Prabumulih (BSP) kembali menerima kunjungan edukatif dari Paud Kurnia Ilahi yang beralamat di jalan Belitung 3 Kelurahan  Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.


Ada pun tunjungan edukatif  ini dilakukan bermaksud untuk memberikan motivasi kepada anak-anak tentang kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya  serta mendukung program pemerintah dalam diet sampah plastik. 


Kunjungan yang dihadiri oleh 20 anak dan 6 guru pembimbing tersebut diterima oleh manager Humas BSP, Siti Zulaiha dalam hal ini diwakilkan oleh Danti  serta  staf  BSP lainnya. (fa)

















PRABUMULIH - Antusias warga Desa Tanjung Menang dalam hal menabung sampah tak perlu diragukan lagi. Hal itu bisa dibuktikan dengan selalu over kapasitas dalam setiap kali penimbangan.  Bahkan setiap penimbangan tidak bisa dilakukan dalam satu hari serta tidak bisa diangkut tidak cukup 1 mobil box.

"Setiap melakukan penimbangan tak cukup satu bok mobil sampah. Harus selalu mengulang. Dan itu tak cukup satu hari harus dua kali angkut." Kata Operator angkut sampah Alamsyah, dikutip dari Prabumulih Pos (26/10).

Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh manager Pemasaran Bank Sampah Prabumulih (BSP), Desti Fajarini, mengatakan bahwa antusias nasabah BSU Tanjung Menang memang cukup tinggi dan perlu mendapat apresiasi. Apalagi peran para kader bank sampah memiliki peranan yang sangat penting.




"Kalau satu hari waktunya tidak cukup, banyak nasabah yang menyetor sampah. Dan disini kita terbantu oleh kader bank sampah dan nasabah sendiri." terangnya, dikutip dari Prabumulih.

Berdasarkan data yang di BSP jumlah nasabah BSU Tanjung Menang mencapai 100 lebih, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut menabung sampah, harapannya hasil dari tabungan itu bisa membeli perlengkapan sekolah. (FA)


PRABUMULIH - Bertepatan dengan hari jadi kota Prabumulih yang ke 17 tahun, Bank Sampah Prabumulih (BSP) kembali menggelar undian untuk para nasabah, baik nasabah perorangan ataupun nasabah unit. Undian ini sendiri dilaksanakan di Taman Kota Prabu Jaya, kelurahan Prabu Jaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, ahad 21 Oktober 2018.

Dalam pelaksanaan itu turut hadir Walikota Prabumulih  Bapak Ir. H. Ridho Yahya, MM, Wakil Walikota Bapak H. Andriansyah Fikri, SH. Kepada Dinas Lingkungan Hidup Ibu Hj. Dwi Koryana, Direktur Bank Sampah Induk Kota Prabumulih Bapak Dadi Prayogi, ST, SKPD, para peserta senam dan nasabah Bank Sampah kota Prabumulih.





Undian kali ini adalah undian tahun ketiga setelah sebelumnya sudah dilaksanakan dengan hadiah utama 1 unit motor. Namun pada tahun ini hadiah utama undian nomor rekening nasabah BSP berupa umroh dan uang tunai jutaan rupiah dari pemerintah kota Prabumulih serta beberapa sponsor seperti: PT. Pertamina,  Bank Rakyat Indonesia, Bank Sumsel Babel, serta dari Polres Prabumulih.

Adapun tujuan dari dilakukannya undian ini untuk memotivasi masyarakat kota prabumulih agar giat menabung sampah, serta menjadikan gaya hidup baru di kalangan masyarakat supaya masyarakat sadar akan mengelola sampah dari rumah masing-masing. (FA)





Berikut para nasabah yang beruntung:

1. Hj. Sarti (Umroh) nasabah BSU Panda, no rek 11126-3926, total saldo Rp 49.000,-
2. Rositah (5 Juta) nasabah BSU Rizky Al Habib, no rek 11126-3561, total saldo Rp 24.250,-
3. Siti Asni (3 Juta) nasabah BSU Sejahtera, no rek 1126-2874, total saldo Rp 309.220,-
4. Suarni (3 Juta) nasaba perorangan, no rek 11126-2054, total saldo Rp 66.600,-
5. Megawati (1 Juta) Nasabah BSU Kelor, no rek 11126-4028, total saldo Rp 6.399,-


PRABUMULIH, DS – Sebagian masyarakat Prabumulih telah mengenal Bank Sampah Prabumulih (BSP) sebagai salah satu lembaga swadaya non profit yang didukung oleh pemerintah kota dalam aksi peduli lingkungan hidup. Namun, tak sedikit yang belum mengenal bank sampah yang telah berdiri sejak akhir 2013.

Ditemui Duta Sumsel di kantor pusat BSP jalan Arjuna I kelurahan Wonosari, Direktur Utama BSP, Dady Prayogi melalui Humas BSP, Siti Zulaeha, memaparkan bahwa sejarah berdirinya BSP berawal dari keprihatinan.

“Bermula dari keprihatinan kami melihat sampah di bahu jalan, di berbagai tempat lain juga, yang terus menumpuk dan terkadang tidak segera diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), mulai dari sampah organik seperti sayuran, dedaunan, daging busuk, dan juga sampah kantong plastik, kertas, kaleng, dari jenis organik yang bercampur baur dalam satu tempat. Membuat kami perlu berbuat sesuatu untuk mengatasi pola kebiasaan buruk ini menjadi lebih baik dan tertata" ujar Zulaeha.

Dengan demikian lanjutnya, tercetuslah Bank Sampah Prabumulih yang dimotori oleh Dady Prayogi dan kelima rekannya Desember 2013 silam.

Menurutnya, BSP dulunya bernama Prabu Ijo Community yang berfokus pada produksi pupuk kompos melalui pengolahan panjang sampah organik. Namun, hasil pupuk kompos tidak begitu memuaskan membuat mereka memutar otak dengan memanfaatkan juga sampah anorganik.

Dengan relawan awal 10 orang ibu rumah tangga, BSP meminta relawan untuk mengumpulkan sampah rumah tangga dalam beberapa waktu kedalam tempat sampah organik dan anorganik yang telah disediakan.

Kegiatan pengumpulan sampah lanjut Zulaeha sengaja tidak sampai pada pemisahan jenis sampah, sampah yang terkumpul akan dibawa ke kantor BSP pusat untuk segera ditimbang berat sampah tersebut untuk diberi harga sesuai ketetapan yang telah disepakati bersama, baik dengan relawan maupun pengepul sampah agar tidak terjadi ketimpangan. Hasil uang tersebut tidak serta merta segera diberi kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan ini.


“Kita membuat konsep “Go Green” atau penghijauan lingkungan dengan memungut sampah sekitar, dimanapun itu lalu dengan visi mensejahterakan ekonomi masyarakat dengan menabung, sampah yang terkumpul akan dikenakan harga yang ditentukan BSP sesuai dengan berat dan jenis sampah dimana uang tersebut dijadikan saldo pemasukan dana di buku tabungan BSP. Tiap 1 tahun sekali, saldo tersebut dapat dilakukan penarikan saat menjelang hari raya idul fitri, namun tidak menutup kemungkinan jika dalam kondisi mendesak.” Jelas Zulaeha.

Mengetahui rekam jejak yang baik, terorganisir, serta mampu menyentuh kalangan masyarakat menengah kebawah, walikota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, MM, pun ikut mendaftarkan diri menjadi nasabah ke-94 bank sampah ini pada 2015.

Tahun berikutnya, walikota mengajak dan memerintahkan semua pegawai negeri sipil kota Prabumulih wajib menjadi nasabah BSP. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Badan Lingkungan Hidup pemerintah kota Prabumulih pun memberi bantuan mulai dari pembangunan kantor BSP pusat dan motor sampah untuk mempermudah penjemputan sampah dari rumah warga, dengan ketentuan telah memperoleh legalitas hukum dan data-data yang dilengkapi.

“2017 menjadi awal terbentuknya 35 unit atau kantor cabang BSP yang tersebar di beberapa titik area kelurahan kota Prabumulih, dari daerah Pangkul sampai Sungai Medang dan RKT. Namun, saat ini di kantor unit hanya menerima sampah anorganik untuk diolah di kantor pusat" imbuhnya

Salah satu unit BSP di Dusun Prabumulih (Duspra) lanjutnya, telah mendapat bantuan melalui program CSR (corporate social responsibility) dari PT PDSI (Pertamina Drilling Services Indonesia), berupa alat dan barang penunjang kinerja serta pembinaan pengembangan diri bagi komunitas BSP unit Duspra sehingga mengantarkan BSP unit ini meraih penghargaan terbaik ke-3 Indonesia Green Award 2017 kategori pengelolaan sampah terpadu.

"BSP sebagai inisiator bank sampah kota Prabumulih juga berhasil menelurkan unit bank sampah di beberapa tempat berharap dan menargetkan terbentuk gerakan wajib 1 rumah 1 buku tabungan BSP demi tercipta kota Prabumulih, kota bebas sampah" pungkasnya. (ds/zah) 

sumber: http://www.dutasumsel.com/2017/05/bsp-prabumulih-bank-akhirat-bantu.html
Prabumulih, Mata pelajaran (mapel) prakarya ajak siswa/i MAN Satu Kota Prabumulih belajar di BANK Sampah. Hal ini dilakukan oleh guru mapel prakarya Syarifah Irmayani, S.Pd agar siswa/i mendapat suasana baru dan tidak bosan, Kamis (28/9).

Seluruh siswa/i kelas XI IPS 3 diajak langsung datang ke BANK Sampah Kota Prabumulih (BSP) untuk membuat sebuah keterampilan tangan dari barang bekas kaleng rokok. Siswa/i diajarkan cara melukis celengan dengan motip bunga dengan mentor perwakilan dari BSP. Mulai dari memberi cat dasar, membuat pola motif bunga dan memberi hiasan serta warna-warni celengan.

"Prakarya adalah mapel baru di kurikulum 2013, setiap guru mapel harus kreatif dan inovatif untuk mengajaak siswa mencari hal baru di luar," ujar Sarifah.

Ia menginginkan siswa yang kreatif, inofatif dan menghargai hasil karya yang mereka buat. Ia juga berharap dengan diajaknya siswa/i ke BSP, mereka mampu mendaur ulang setiap barang bekas atau sampah bekas yang mereka konsumsi untuk dijadikan sebuah karya. Karena hal ini sangat penting sekali untuk menjadi peluang usaha mereka setelah tamat dari MAN Satu Kota Prabumulih kalau tidak ingin melanjutkan ke universitas.

Semoga siswa/i MAN Satu Kota Prabumulih selalu bisa menghargai hasil karya yang mereka buat dan mampu mendaur ulang lagi sampah yang ada disekitar mereka untuk dijadikan sebuah karya. (Rn)

sumber: https://sumsel.kemenag.go.id/berita/view/1022511/mapel-prakarya-ajak-siswa-belajar-di-bank-sampah-prabumulih




PRABUMULIH, HS – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2017, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengajak seluruh jajarannya serta pelajar tingkat SMP dan SMA bersama masyarakat mengadakan kegiatan membersihkan sampah yang ada di jalan dan selokan di wilayah Kota Prabumulih, Minggu (19/2).

Kegiatan membersihkan sampah dengan tema Masyarakat Kota Prabumulih Siap Wujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020 tersebut dimulai sejak pukul 05.30 WIB dengan 8 titik start yang yang dibagi 8 tim.

Tim I dipimpin oleh Walikota Ridho Yahya dari Rumah Dinas Wako, Tim II oleh Wawako H Andriansyah Fikri SH dari Lapangan tenis Prabumulih Barat, Tim III dipimpin Sekda Drs H Djoharuddin Aini MM dari Simpang 4 Gunung Ibul, Tim 4 dari Simpang Taman Siswa oleh Asisten I, M Kowi.

Tim 5 oleh Assisten II M Yusuf Arni dari Kantor Kesbangpol, Tim 6 dari Kantor KIR Dishub dipimpin Asisten III Asymuni Hambali, Tim 7 dari taman Wonosari dipimpin oleh para Staaf Ahli, serta Tim 8 dari simpang 4 kantor Pertamina EP dipimpin oleh Kepala Bappeda Elman ST. Semua tim finish di Taman Kota Prabujaya.

Walikota Prabumulih mengatakan, bahwa kesehatan diawali dengan kebersihan lingkungan dari sampah. Aktifitas dapat berjalan baik dan etos kerja pun akan bagus hasilnya jika keadaan lingkungan sehat.Hadir dalam kesempatan itu Pimpinan DPRD Prabumulih, para Kepala SKPD termasuk Kabag Humas dan Protokol Pemkot, Sri Prameswari Yudistira SH MH, pihak Bank Sampah dan komunitas peduli sampah di Prabumulih serta para perusahaan yang mendapat penghargaan dari Pemkot Prabumulih atas kepedulian kebersihan lingkungan.

“Tanpa membedakan status, sampah bersih, kita sehat. Kalau sehat, siapapun dia, baik itu pedagang, pengayuh becak, hingga Walikota kerjanya akan bagus. Karena itu, bersihkan dulu rumah kita masing–masing, itu yang penting. Apalagi bila ditambah dengan tidak membuang sampah sembarangan, maka pasti kita sangat bangga dengan prestasi itu,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Ditambahkan Ridho, bahwa tugas membersihkan sampah bukan hanya oleh petugas kebersihan saja, tapi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu pihaknya akan rutin melakukan aksi memungut sampah ini.

“Membersihkan sampah bukan hanya dilakukan oleh petugas kebersihan, tapi juga dari semua pihak, baik Walikota hingga ke bawah termasuk oleh seluruh masyarakat Prabumulih. Saya nilai 60 persen masyarakat Prabumulih peduli akan kebersihan sampah di lingkungannya. Kegiatan membersihkan sampah hari ini digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.”

“Namun kami akan selalu merutinkan aksi memungut sampah ini, setiap peringatan hari besar apapun selalu kita rutinkan, seperti pada Hardiknas, HUT RI, HUT Kota dan hari besar nasional lainnya. Selain itu fokus hari peduli sampah kali ini yakni kita bersihkan di selokan – selokan saja, yang penting semuanya bersih,” pungkasnya.(Advertorial Humas Kota Prabumulih)


sumber: http://haluansumatera.com/peringati-hpsn-2017-prabumulih-siap-wujudkan-indonesia-bersih-sampah/

SUMSEL, Bisnis Syariah – Hidroponik merupakan sistem menanam dengan menggunakan air sebagai media. Sekarang penanaman dengan metode hidroponik tengah digalakkan di sejumlah wilayah Kota Prabumulih.

Manajer Bisnis dan Managemen Bank Sampah Kota Prabumulih Desti mengatakan, ini mengingat semakin lama manusia semakin bertambah, lahan yang ada semakin menyempit. Hidroponik merupakan pilihan tepat bagi para pecinta tanaman yang terkendala lahan.

Bank Sampah Kota Prabumulih, lanjut Desti, merupakan salah satu wadah yang memperkenalkan metode hidroponik dengan menggelar pelatihan-pelatihan rutin yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu.

Desti menuturkan,  metode hidroponik selain dapat dilakukan di lahan yang minim, juga biaya yang dikeluarkan lebih murah ketimbang memanfaatkan media tanah.

“Ini tidak memberatkan kantong kita, kalau mahal itu lebih baik tanam di tanah saja,” tuturnya saat menyampaikan materi dalam pelatihan metode hidroponik.

Selain itu, lanjutnya, metode hidroponik juga merupakan sistem tanam yang tak kenal musim, sehingga kapanpun dapat dilakukan penanaman.

“Kalau menanam dengan media tanah, itu kan tergantung dengan musim. Dengan hidroponik, kapanpun kita ingin menanam itu bisa dilakukan,” ujarnya, Senin (2/11).

Untuk alat-alat yang akan digunakan, terang Desti, itu bisa memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol dan bahan-bahan lainnya.

“Karena kita di sini adalah Bank Sampah, jadi kita menggunakan bahan-bahan bekas. Kalau bisa bahan yang kita gunakan itu seminimal mungkin, sehingga tidak banyak biaya yang dikeluarkan. Tapi untuk menanam juga kita bisa menggunakan paralon seperti yang ada di sini,” terangnya.

Mengenai bahan-bahan yang akan digunakan, jelas Desti, berupa media tanam seperti rock wool, hydroton, cocopeat, perlite permiculite dan sekam bakar, nutrisi dan air.

“Untuk media tanam silahkan pilih mau pakai rock wool, hydroton, cocopeat, perlite permiculite atau sekam bakar. Bahan lainnya yang harus disediakan adalah air dan nutrisi,” jelasnya.

Tak hanya itu, untuk memudahkan warga untuk mengetahui metode hidroponik ini, pihaknya juga melayani sharing melalui jejaring sosial Facebook.

“Kita bentuk komunitas, sehingga kita bisa saling bertanya di jejaring sosial Facebook kalau ada sesuatu hal yang perlu ditanya atau dari teman-teman yang memiliki metode baru bisa disharing dengan kita,” ungkapnya. [ida]

sumber: http://www.bisnissyariah.co.id/2015/11/bank-sampah-prabumulih-galakkan-metode-hidroponik-1992